Sekolah-sekolah Etania - Sabah ;
Apresiasi Para Volunteer Dan Olimpiade Mini
Articles tanggal 13 Agustus 2012
Oleh : Kathryn Rivai – Senior Consultant
Editor : Eka Layla K.
Mengapa disebut Sekolah-sekolah Etania ? Kata itu mengandung makna yang sangat dalam. Diadopsi dari bahasa suku Indian di Amerika, Etania memiliki arti yaitu ‘wealth’ (kesejahteraan). Kami menyebut ke-4 Sekolah binaan kami di Sabah-Malaysia dengan sebutan ‘Sekolah-sekolah Etania’ untuk memaknai perjuangan anak-anak beserta tenaga pengajar sejak awal berdirinya hingga saat ini. Harapan mendalam bahwa untuk seterusnya Sekolah-sekolah Etania akan selalu mengalami masa kesejahteraan dan kedepannya akan memberikan kemakmuran kepada anak-anak maupun pengajar di sana. Perjuangan tanpa kenal lelah.
Setiap tahun Sekolah-sekolah Etania selalu kedatangan para tenaga pengajar volunteer dari beberapa negara. Dan hal itu sangat menyenangkan bagi anak-anak dan para guru. Dari Indonesia pun tak ketinggalan, pada bulan Juni yang lalu misalnya, sekolah-sekolah kami beruntung didatangi oleh 3 orang Trainer yang hebat dari Sekolah Alam Jakarta Selatan yang menghabiskan waktu selama 2 minggu bekerja bersama para guru dan murid. Mereka memberikan pelatihan khusus kepada para guru sesudah jam sekolah dengan topik-topik seperti ; kepemimpinan, pembelajaran tematik, dan bermacam ilmu pedagogi lainnya yang di butuhkan oleh para guru. Sekolah Alam disponsori oleh Bank Mandiri yang telah sepakat untuk mendukung sekolah-sekolah kami dengan memberikan pelatihan sejenis selama 2 tahun mendatang.
Pada bulan yang sama Sekolah Etania juga kedatangan Mr. Siebrig Schreuder, konsultan senior dari ProVisi Education yang menghabiskan waktu selama satu minggu untuk melatih guru-guru sekaligus juga membantu mengajar murid-murid dalam kegiatan micro-teaching di kelas. Para guru di dalam kelas memperhatikan dengan seksama bagaimana Mr.Siebrig mengajarkan topik-topik pilihan kepada murid-murid disana. Mr.Siebrig mengajarkan banyak trik yang bermanfaat bagi para guru untuk diajarkan kepada murid yang baru mengenal huruf dan angka (early learners) dan juga cara-cara bagaimana membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan relevan bagi kehidupan anak-anak di sana sehari-hari.
Pada akhir bulan Juni mendekati penutupan sekolah menjelang liburan, seluruh sekolah mengadakan hari penerimaan raport (report card day) di mana para orangtua datang untuk berdiskusi dengan guru-guru mengenai perkembangan dari anak-anak mereka. Kegiatan itu diikuti dengan pemberian hadiah bagi murid yang berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik sepanjang tahun lalu. Kategori anak-anak yang mendapatkan prestasi seperti ; nilai akademik terbaik didalam kelas, murid terbaik di kelas, murid yang paling sportif di dalam kelas, dan prestasi murid yang terbaik dari murid keseluruhan, serta kategori prestasi lainnya. Sehingga di akhir tahun ajaran, para murid dan guru serta orangtua pun berbahagia dan siap berlibur selama 3 minggu lamanya.
Pada bulan Juli, tahun akademik baru berjalan dengan lancar di semua sekolah dimana sekolah-sekolah telah menyelenggarakan Olimpiade Mini (Mini Olimpic Games) dan selama kegiatan olahraga berlangsung, beberapa medali telah diberikan kepada para pemenang untuk kategori olahraga seperti ; lomba lari 100 M, lempar lembing, lari estafet, dan lain-lain. Dan disaat yang sama, para murid juga mengerjakan tugas di bulan Juli dengan tema Olimpic Games yang mengacu pada Olimpiade London 2012 dan mereka sudah mengikuti beritanya melalui televisi dan koran kemudian ketika sekolah dimulai kembali, anak-anak melaporkan hasil tugas mereka didalam kelas mengenai olahraga favorit beserta atlit favorit mereka.
|