Kami membantu CSR, NGO, Dinas Pendidikan, dan sekolah untuk mencapai sasaran organisasi dan memberikan solusi atas masalah-masalah yang mereka hadapi.
Dengan orang-orang yang sangat kompeten, berbagai program yang dirancang dengan seksama, dan ditambah dengan pengalaman yang luas menangani berbagai proyek di berbagai daerah, kami mampu menawarkan layanan-layanan yang telah terbukti mampu menjawab kebutuhan klien.
High Order Thinking with "Taksonomi Bloom"
News tanggal 24 September 2009
Oleh : elisabeth@provisieducation.com
Benjamin S. Bloom tahun 1956 pertamakali menemukan cara untuk memetakan tingkat berpikir manusia. Temuan Bloom itu terkenal dengan nama “Taksonomi Bloom”. Taksonomi Bloom ini kemudian banyak dipakai secara luas untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Temuan ini kemudian direvisi tahun 2001 oleh muridnya Benyamin S. Bloom, yaitu De Anderson dan Krathwolh.
Dalam konteks pendidikan, Bloom mengungkapkan ada tiga domain yang perlu dipelajari dari perilaku individu, yaitu meliputi Cognitive Domain, Affective Domain dan Psychomotor Domain.
Pelatihan kali ini diadakan di Sekolah Regina Pacis Jakarta dengan pembicara Sisilia Iriani Paonganan dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 34 guru.Tujuannya untuk menggali cara praktek-praktek mengajar yang mengakomodir perspektif Taksonomi Bloom agar peserta didik diberi kesempatan untuk memahami materi pembelajaran sembari mengembangkan “high orderthinking” dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan diharapkan benar-benar menjadikan peserta didik manusia yang lebih manusia.