 |
|
Kami membantu CSR, NGO, Dinas Pendidikan, dan sekolah untuk mencapai sasaran organisasi dan memberikan solusi atas masalah-masalah yang mereka hadapi.
Dengan orang-orang yang sangat kompeten, berbagai program yang dirancang dengan seksama, dan ditambah dengan pengalaman yang luas menangani berbagai proyek di berbagai daerah, kami mampu menawarkan layanan-layanan yang telah terbukti mampu menjawab kebutuhan klien.
|
|
|
 |
Selamatkan Anak-Anak Indonesia di Luar Negeri!
Articles tanggal 31 Maret 2010
Oleh : Administrator
Terdapat hampir 40.000 anak Indonesia di Sabah, Malaysia yang terancam buta huruf (Kompas.com – 11 Desember 2009). Mereka adalah anak-anak TKI yang tinggal dan bekerja di perkebunan sawit, karet, atau pabrik pengolahan kayu dan tidak pernah mendapatkan pendidikan sama sekali; mereka bahkan tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Anak-anak ini tidak memiliki akses untuk bersekolah di sekolah-sekolah negeri (kerajaan) Malaysia, sedangkan biaya untuk bersekolah di sekolah swasta (sekitar RM.150 – Rp.413.000 setiap bulan) tidak terjangkau oleh para TKI. Masalah ini telah terjadi selama bertahun-tahun.
Usaha-usaha yang Telah Dilakukan
Saat ini telah terdapat Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) akan tetapi hanya mampu menampung sekitar 300 murid. Selain itu pada saat ini terdapat sebuah NGO dari Eropa yang mencoba memberikan pendidikan bagi anak-anak buruh migran terutama dari negara Filipina dan Indonesia. Akan tetapi usaha ini masih membutuhkan banyak sekali bantuan.
ProVisi Education mencoba turut serta berkontribusi mengatasi masalah ini. Kami mencoba melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan Malaysia yang mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia untuk mengijinkan ruangan-ruangan yang tidak terpakai di kompleks perusahaan untuk digunakan sebagai pusat belajar masyarakat dimana kami memberikan pelajaran kepada anak-anak Indonesia di sana. Target kami pada saat ini adalah agar anak-anak bisa membaca, menulis, dan berhitung, dan kemudian mampu lulus dari ujian Paket A, sehingga mereka dapat meneruskan pendidikan ke jenjang SMP pada saat mereka kembali ke Indonesia.
Ayo Bantu!
Biaya yang dibutuhkan untuk memberikan kesempatan belajar kepada seorang anak melalui Pusat Pembelajaran Masyarakat (Community Learning Centre) adalah RM. 60 (sekitar Rp.165.000) setiap bulannya. Akan tetapi biaya dapat ditekan menjadi RM.45 (sekitar Rp. 124.000) apabila terdapat 200 orang anak atau lebih dalam satu lokasi. Biaya itu digunakan untuk membayar honor pengajar dan sukarelawan, membeli buku-buku pelajaran, dan perlengkapan belajar lainnya. Pada saat ini sekitar separuh dari biaya tersebut ditanggung oleh orang tua dan separuhnya lagi berasal dari kontribusi berbagai pihak.
Ayo bantu! Bantuan yang anda berikan, betapapun kecilnya, berarti sangat besar bagi mereka.
ProVisi Education akan menyalurkan 100% bantuan yang anda berikan kepada anak-anak tersebut melalui program Pendidikan bagi Anak Rantau (PAR) dan akan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan dari program tersebut secara terbuka sehingga bisa diakses publik.
Donasi
Donasi dapat dikirimkan langsung ke rekening program Pendidikan bagi Anak Rantau (PAR)
Atas nama: Program Pendidikan Anak Rantau - ProVisi Education.
Nomor Rekening :
PROVISI MANDIRI PRATAMA
084 215 1919
Bank BCA
Cabang Wisma Asia
atau
Yayasan Lunar
117.000.544.777-6
Bank Mandiri
Tomang Raya branch
Sumbangan Barang
Apabila anda ingin memberikan kontribusi berupa barang, saat ini kami membutuhkan alat-alat tulis, peralatan menggambar, buku bacaan, alat peraga atau media mengajar lainnya. Salah satu masalah terbesar dari penyaluran sumbangan barang saat ini adalah tingginya ongkos pengiriman. Oleh karena itu kami mohon maaf bahwa pada saat ini kami belum dapat membantu menyalurkan bantuan barang selain barang-barang yang disebutkan di atas. Selain itu kami juga sangat terbuka apabila ada pihak-pihak yang dapat membantu dalam pengiriman barang.
Apabila anda ingin memberikan sumbangan barang, silahkan menghubungi ProVisi Education melalui (021)5661017 untuk mengatur tata cara pengiriman.
|
|
|